Peduli Lingkungan ala Bandung Fashion Vaganza

Masih bertaut dengan ide besar Helarfest secara keseluruhan yang berkomitmen terhadap ekonomi kreatif, sikap awareness terhadap lingkungan, satu lagi pertaruhan kreatifitas anak muda Bandung menjejaki ranah publik.

Tangan-tangan piawai yang bermain dalam seni busana itu menunjukan kebolehannya di atas catwalk. Bukanlah karya biasa, tapi karya-karya sarat makna yang membalut langkah 36 model Bandung.When Environment Meet Fashion, demikian tema besar yang diusung oleh sekumpulan desainer Bandung untuk menggoreskan karyanya di Bandung Fashion Vaganza di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Jumat malam (22/8/2008).

Untuk penggemar label-label desainer lokal, nama-nama mereka mungkin sudah ada yang mengenal. Meski diantaranya ada yang baru akan mengepakan sayap. Dua orang desainer tamu dari Malaysia dan Singapura pun turut berpartisipasi menampilkan karya mereka.

Tak kurang dari sembilan desainer muda cantik unjuk kreatifitas, imajinasi dengan beragam sentuhan seni yang terkait dengan lingkungan. Isu global warming tetap menjadi isu utama yang menjadi benang merah. Dikemas dengan beragam inspirasi, klasik, hippies, juga keanggunan yang feminin sekaligus liar.

Kesembilan desainer ini menampilkan dua karya yang berasal dari bahan dan satu adibusana yang lebih menyentuh konsep eco fashion. Untuk eco fashion menghadirkan 10 perancang mahasiswa STSI Bandung. Nuansa-nuansa vintage rata-rata muncul dari karya-karya mereka.

Yuvie dari House of Noi Noi dengan karya bertemakan Rush Our Mafia. Warna-warna gelap dengan dominasi abu dipilih seperti cerminan dari gelapnya dunia mafia. Sedangkan adibusananya, Yuvie menyuguhkan I’am a plastic, gaun hitam terbuat dari material kantong plastik.

Rieka by Rika yang mengambil unsur bunga dengan tema Flower Freak menunjukan kecintaannya terhadap alam. Tercermin dari aplikasi-aplikasi bunga dalam bordir dan sablon di atas sutera dalam nuansa hippies tahun 80-an. Untuk eco fashion, Rieka mengambil ide tissue toilet yang diplikasikan pada gaun pada kain sifon sehingga membentuk gaun dengan rumbaian tissue.

Fragrance Kikichan mengusung tema its hard to being green. Sulitnya mendapatkan hijaunya hutan. Hiasan serupa tanduk rusa menjadi pelengkap unik gaun-gaun Kiki dengan cutting yang juga menggambarkan hutan. Dalam adibusananya Kiki Rinbow, baju berbahan kertas dan papersilk berwarna-warni yang menjadi antitesis karya sebelumnya.

Adity menyuguhkan Everything That You Can Wear yang menunjukan identitas Adity Butik. Nuansa putih mendominasi gaun-gaun rancangan Adity Butik. Tambang plastik menjadi material inti dalam rancangan adibusana Adity. Rok mini balon berbahan tafeta dihiasi tambang-tambang plastik warna-warni yang dirangkai mengikuti alur lekuk rok.

Quin Cindy valery menampilkan karya Dark Romantic dengan adibusana eco fashion berbahan limbah plastik dan limbah kaos. desainer Asty Surya menampilkan karyanya yang berjudul Tie Die dengan adibusana menggunakan kain celup ikat yang etnik.

Lulusan Esmod Jakarta Roy Mulyanto menampilkan karya Metamorputih Menjadi Hitam. Pada awal penampilan Roy menampilkan gaun-gaun warna putih dengan aplikasi kilau di beberapa bagian. Adibusana roy berupa gaun panjang menyapu lantai berwarna ungu dengan material benang.

Desainer tamu dari malaysia Shahida Shanof menyuguhkan Vintage of Jungle. Busana-busana vintage yang anggun dan klasik dipadukan dengan nuansa hutan yang tabrak warna. Adibusana Shahida adalah gaun yang terbuat dari karung goni sebagai simbol kotornya bumi akibat ketidakpedulian manusia.

Desiner-desainer lain dari STSI yang masih tercatat sebagai mahasiswa memiliki keunikan masing-masing dengan ide-ide brilian. Misalnya Rina Herdayani yang menggunakan material batok kelapa, Afrida yang membuat gaun dari bagian dalam ban sepeda motor, lalu adajuga yang menggunakan material bambu, limbah elektronik, seng, selang juga koran.(ema/afz)

sumber : http://bandung.detik.com/read/2008/08/24/091742/993424/488/peduli-lingkungan-ala-bandung-fashion-vaganza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s