Rasa Lain Batik Kontemporer

Seni selalu menawarkan sesuatu yang baru. Bergerak dalam beragam media sehingga bisa dinikmati dan dilakukan oleh siapapun karena siapapun memiliki rasa akan estetika. Meski tetaplah bersifat subjektif.

Ketika batik tak hanya menjadi ikon fashion tradisional tapi mendapat tempat yang lebih agung idola masyarakat dewasa ini, menjadi kesempatan bagi para pengusaha berinovasi berekspansi mencicipi kepopuleran batik yang kian meraja.

Tak sedikit acara-acara yang berkaitan dengan kain tradisional ini menghiasi area pameran, mall-mall atau tumbuh menjadi sebuah gerai baru yang menawarkan batik dengan citarasa berbeda.

Pemandangan itu terlihat di atrium Bandung Indah Plaza dari 18-20 Agustus 2008. Sebuah festival batik digelar sebagai salah satu perwujudan dari identitas fashion yang kini serasa melekat dalam keseharian.

Namun sayang acara ini terlalu sederhana untuk sebuah festival. Hanya satu sudut yang menunjukan deretan batik-batik kontemporer. Selebihnya adalah batik-batik yang dimodifikasi untuk busana pengantin.

Satu sudut itu cukup menarik, Batik Byan. Bukan diambil dari nama Biyan, perancang kenamaan tapi sebuah gerai yang datang dari Jogyakarta. Selembar kain sutera dengan corak abstrak membungkus sebuah manekin. Kain tersebut ternyata menjadi ekspresi lain dari batik, batik lukis.

Batik lukis di Jogya sendiri memang sudah cukup dikenal meski batik-batik cap, tulis dan print masih mendominasi.

Jika kita mengenal batik klasik dengan nama-nama batik mega mendung, bati parang, batik sekar jagat maka pemilik Batik Byan, Nurchoiri mengatakan batik rancangan batik Byan adalah batik tulis kontemporer. Dikatakan kontemporer karena pulasan warna dan guratan corak yang ada di dalamnya keluar dari pakem-pakem batik klasik.

Bukan lagi warna-warna coklat, coklat tua atau warna-warna klasik lainnya tapi batik tulis kontemporernya batik Byan memilih warna-warna yang lebih menyala. Misalnya warna kuning, oranye dan merah. Namun dari tekhnik pembuatan tidak jauh berbeda dengan batik tulis atau cap, memakai lilin juga pewarna.

Batik yang dilukis dalam kain sutera ukuran 2×2 meter dilukis tanpa pakem, tanpa guratan garis yang tegas, tapi sebuah corak abstrak yang mengingatkan pada karya-karya seni di atas kanvas. Keabstrakan ini bisa terlihat dari semburat warna serupa cipratan-cipratan, pulasan warna absurb atau gambar naga yang dilukis dalam garis yang tidak begitu jelas.

Meski secara kasat mata tidak terlihat seperti batik. Jika ditelusuri corak maka akan ditemukan beberapa corak batik klasik di dalamnya, misalnya corak batik kawung, corak sekar jagat dan corak-corak lainnya.

Unsur tradisional batik yang tetap memberikan pengaruh adalah gambar naga, sebagai salah satu binatang yang sering dipilih menghiasi batik-batik klasik. Gambar naga dalam batik juga memperlihatkan batik pembuatan corak batik juga dipengaruhi oleh bangsa Cina.

Menurut Nurchoiri, batik-batik ini dilukis oleh para perajin yang notabene tidak berasal dari kalangan seniman murni. Dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih setengah bulan karena perlu melakukan pencelupan beberapa kali.

Maka tak perlu heran jika batik-batik ini dihargai dengan angka yang cukup tinggi. Mahalnya harga, ungkap Nurchoiri karena proses pembuatannya yang cukup lama dan bahan yang digunakan. Untuk batik lukis sutera ukuran 2×2 meter harganya RP 780 ribu sedangkan untuk batik berbahan katun harganya lebih ringan yaitu dikisaran Rp 200 ribu-Rp 500 ribu.

Untuk para penggemar batik, jika batik lukis belum masuk dalam koleksi anda, 22 Agustus nanti, Batik Byan akan membuka gerainya di Metro Trade Center, Jalan Soekarno Hatta. Mungkin bergerak bersama batik lukis akan memberikan anda rasa lain dari sebuah estetika.(ema/afz)

sumber : http://bandung.detik.com/read/2008/08/21/082449/991878/488/rasa-lain-batik-kontemporer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s