Sekedar Tulisan

Mungkin diantara teman-teman semua pernah jajan mie bakso. Baik itu di piggir jalan, tenda-tenda, roda, bahkan di restoran mie bakso yang mahal. Dan rasanya pun sangat beragam. Selain rasa yang beragam, selera dari penikmat nya pun beragam pula. Ada yang senang manis,asam,pedas. Ada yang suka Manis pedas. Bahkan ada yang suka kuahnya yang banyak dan asin. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari analogi diatas, kita dapat simpulkan bahwa objek disana semuanya adalah mie bakso, dan subjek nya adalah penikmatnya itu sendiri, dengan berbagai selera, maka rasa mie bakso tersebut bisa menjadi beraneka ragam. Ada yang merasa kurang pedas, ada yang merasa kurang manis, asam, asin, dan sebagainya. padahal semua itu sama…mie bakso.

Oke, bila diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, Tuhan telah memberikan karunia kepada manusia itu sama. Punya mata, hidung,telinga, dan anggota badan lainnya dengan fungsi yang sudah sempurna. Selain itu manusia juga mempunyai perasaan. Sedih, bahagia, suka, duka, cinta, benci, pemaaf, pendendam, dan sebagainya. Dan saIah satu sifat manusia adalah selalu merasa tidak puas. Inilah yang menjadi perdebatan. dari sini timbul pertanyaan, apakah Tuhan memberikan sesuatu itu serba kurang, atau kita sendiri yang tidak pernah merasa puas?. Kita ambil contoh kecil di sekitar kita. Banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke Mall hanya untuk memuaskan hati mereka. Mulai dari berbelanja, nonton film terbaru, membeli koleksi souvenir,dan banyak lagi. Mereka jarang memperhatikan manfaat dari apa yang telah dilakukannya.

Ironis sekali kalau kita melihat disekitar kita masih banyak orang-orang yang kurang beruntung yang belum tentu bisa seperti kita. Kita sering berpikir dua kali untuk memberikan sedikit memberikan kebahagian kepada mereka. Padahal kita pasti menyadari, mereka tidak akan menuntut lebih kepada kita. Asalkan hari ini mereka dapat makan, itu suatu karunia yang besar bagi mereka.

Ada hak mereka yang Tuhan berikan melalui tangan kita. Tidak semua apa yang ada pada kita adalah hak dan milik kita, karena dulu kita lahir tidak membawa apa-apa dan kelak pulang pun kita tidak akan membawa apa-apa.

Dari sini kita bisa berpikir, merenung, dan mengartikan apa yang ada di diri kita masing-masing. Tanyakan kembali pada diri kita, apakah keadaan yang serba kekurangan ataukah kita sendiri yang sering merasa tidak puas. Jika masih belum bisa menjawab, kita ulangi lagi dan lagi. Sehingga kita tidak akan disebut sebagai “Makhluk Unik yang bisa berjalan dan punya nama”.

3 thoughts on “Sekedar Tulisan

  1. @anggit :

    heu…disela2 waktu luang memang saya mencoba untuk berlatih kepekaan saya untuk menulis.
    terima kasih anggit, buat apresiasi nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s