Remah Roti (part1)

Sore itu, masih kuingat, sore yang tidak terlalu cerah dari biasanya. namun tetap, pelajaran terakhirpun tiba, dan aku hampir menyelesaikan tugas Fisika di papan tulis. samar kulihat dari kejauhan, perempuan berkepang dua dengan tas kuning di bahunya. Dalam hati aku bergumam “Sudah keluar duluan ternyata kelas A”. Tidak lama aku melihat dia, karena memang apalah artinya buatku jika dibandingkan dengan nilai B yang dijaminkan guru waktu itu jika aku berhasil menyelesaikan soal itu. Bel tanda pulang berbunyi. Singkatnya hari itu pelajaran selesai. Ketika keluar kelas, Aku melihatnya lagi, kali ini dia bersama temannya, mungkin karena jalan pulang mereka searah. Kali ini aku tidak mengacuhkannya, aku penasaran, aku ingin mengenalnya. Aku mulai mncari tahu siapa dia. Entah kenapa sulit sekali mencari info tentang dia. Pernah sekali aku berpapasan ketika jam istirahat, tapi sorot mata itu yang bisa membuat bibirku kelu, tak berujar sedikitpun. Tidak tahu, aku lupa lagi, yang jelas akhirnya aku tau dia, meskipun hanya namanya saja.

2 thoughts on “Remah Roti (part1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s