Dongeng Penyu

Disarankan sebelum membacanya, agar meng-klik Playernya terlebih dahulu, biar kebawa suasana lho kaka2…

 


Bola langit bersinar, memancar dibalik awan, menyeruak ke dasar. Menerpa hamparan sawah. Sunyi sepi dan aku kini sendiri. Tak ada bayangan, yang ada hanya jangkrik yang bernyanyi, juga petani yang Lagi macul disawah. Dia tampak kelelahan. Diambilnya teko emas, lalu tekonya digosok2 berharap sesuatu muncul. Dan benar saja, tiba-tiba muncul asap Perlahan, asapnya mengepul, Asap merah muda. Ternyata sedang merebus batu dari gunung. Petani itu bergumam,

“ Andai saja batu itu adalah aku, keras walau direbus. Lagian apa mungkin Aku direbus juga?” .

“Ah, mendingan macul”.

Lalu dia beranjak, Diambilnya sekop, lalu Mulai ia menggali. Ketika ia menggali ia menemukan kain. Dibukanya kain itu, keluar cahaya menyilaukan. Ternyata sesosok penyu. tempurungnya merah menyala, dikepalanya ada mahkota. Ternyata penyu itu jelmaan dewa laut. Ia bercerita kepada petani itu,

“ Peliharalah aku, beri aku baju dan ongkos untuk ke Pulogadung karena aku akan menyusul anak istriku. Sudah 3 tahun aku terkubur disawah dan juga sudah susah untuk berubah. Sebenarnya aku ini dikirim ke bumi untuk melawan semua Kejahatan yang ada, juga kegalauan yang Menimpa gadis cantik dan juga bapak-bapak.

“Oh begituuuu”.

kata Bu RT yang Lagi marud kelapa. Jadi si petani memutuskan untuk memelihara Bu RT yang Memiliki 11 anak dan rumah sebanyak 1 lusin di Padalarang. Petani itu menjadi kesemsem sama bu RT dan melupakan penyu yang ingin pulang  Kembali ke tempat anak istri di Pulogadung. Akhirnya penyu itu menangis sekeras mungkin Karena dia sadar cinta Bu RT hanya untuk petani. Penyu bunuh diri dengan cara menggantung tempurung dipohon toge. Penyu itu berpikir Kenapa dia penyu, Coba maudy ayunda ada di sini,

pasti dia bakal Dengar segala sedihku dan mengirmkan sinyal cinta ke hatinya dan itu sangat tidak mungkin terjadi Jika antara hati penyu dan dia Tidak bisa disatukan. Dia tambah galau Kemudian dia membayangkan Bagaimana kalau aku mencari hati lain Yang mirip bu RT Yang jago marut, yang jago nyeseuh, juga jago gegeroh (Maybe Continue…)

(penyu galau)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s