Tulisan Aku buat Kamu

Aku tidak pernah menyangka bahwa akan sampai pada hari ini lagi, tepat setahun yang lalu dan jam segini pula. Kembali Aku membuka blogs untuk menuliskan momen yang tidak pernah terlewatkan untuk saat ini dan mudah-mudahan untuk waktu selanjutnya.

Aku mengenalnya sudah hampir dua tahun, sampai tadi sore, ketika Aku telepon dia untuk mengajaknya pergi ke sebuah toko hadiah, karena beberapa jam lagi adalah hari jadinya. Aku pernah bilang padanya bahwa Aku ini adalah laki-laki yang tidak pandai membuat kejutan. Aku tidak bisa merencanakan sebuah kejutan, sangat tidak bisa. Dan dia bisa mengerti.

Sore hari, maghrib tepatnya Aku sudah sampai dirumahnya, tampak dia masih menggunakan mukena. Saya masuk, dia menghampiri dan meraih tangan saya lalu diciumnya.

“Eh, sudah maghrib belum…batal atuh…”

“Udah A”.

Saya lalu bergegas menuju mushola dekat rumahnya karena takut waktu maghrib habis.

“Mau langsung? nih minum dulu”. Katanya sambil menyodorkan teh tawar panas, ukuran panasnya dia sudah mengerti.

“Ayo, takut terlalu malam…”. Kataku.

Lepas maghrib kami pergi. Sepanjang jalan kami berbincang ringan, Aku tanya dia,

“Memang kamu gak kecewa, Aku gak dateng malem-malem tepat jam dua belas sambil bawa cake dan suruh kamu tiup lilin lalu memanjatkan doa?”.

“Gak usah laahh..segini juga udah cukup”.

Tidak tahu berapa kali sepanjang perjalanan Aku mengulang pertanyaan yang sama, dan jawaban dia pun tetap sama.

Akhirnya hadiah pun sudah ada di tangan, kami melanjutkan perjalanan dan kembali berbincang.

“Aa makan dulu yuk, Aa lapar kan?”.

“Ayo boleh, mau dimana? Aa mah ngikut aja, gimana yang ngajak, hehehe”.

“Sabdo Palon mau gak?”.

“Iya mau, ayo kesana”.

Sebenarnya dalam hati saya berbicara “betapa sederhananya permintaan dia. Sesederhana itu di hari spesialnya, di hari yang dia nantikan selama ini…tanpa ada kue ulang tahun, tanpa ada kejutan, tanpa ada momen-momen special, tapi sepanjang perjalanan dia selalu tersenyum, sambil sesekali candaannya yang khas malah membuat Aku tambah merasa bersalah”.

Semua perasaan itu berusaha Aku pendam karena Aku tidak ingin merusak suasana bahagianya. Sampai di Sabdo Palon kami memesan, dan kami makan. Sesekali kutatap wajahnya, ketika dia balik menatapku, dia tersenyum. Senyuman terindah di hari bahagianya itu. Ya…cuman pecel ayam, tidak ada hidangan mahal atau tidak ada meja private untuk berdua dengan pemandangan alam dan lilin. Hanya warung makan pinggir jalan. Kembali rasa bersalah saya muncul. Kutatap lagi wajahnya, dia balas kembali dengan senyuman yang benar-benar senyuman yang meluluhkan perasaanku…senyuman yang tulus dari seseorang yang seharusnya pada hari itu menjadi wanita yang paling spesial di hari lahirnya, wanita yang seharusnya Aku ajak ke tempat yang terbaik. Hatiku luluh dengan senyumannya…

Hey Deris Yuliyana, wanita hebatku…

Hari ini, malam ini, boleh jadi adalah hari yang special buat kamu, hari yang istimewa buatmu, maafkan Aku…

Dalam obrolannya terselip kata “Terima kasih Aa…” yang begitu tulus. Tidak…harusnya Aku yang berterima kasih kepadamu, kepada Tuhan yang telah menciptakanmu, karena DIA telah mengirimkan pendamping hidup yang hebat sepertimu.

Deris Yuliyana, SELAMAT ULANG TAHUN sayang….semoga Alloh selalu memberikan jalan yang terbaik, jalan yang diridhoi, selalu sehat, semangat dalam menjalani hidup, dan selalu diberi keberkahan rejeki dalam setiap langkah yang kamu tempuh..

SELAMAT GEULIS….Doa Aa selalu menyertai…

Bandung, 13 Juni 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s